Embriologi dalam Alquran - Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis

Embriologi dalam Alquran - Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis

Kenapa kajian tentang embriologi dalam Alquran menjadi penting?

1. Untuk menambah kualitas iman
2. Diperintahkan oleh agama untuk mempelajari embriologi

قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ

Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya (QS. Al Ankabut 29:20)

3. Pengetahuan tentang janin merupakan salah satu disiplin ilmu yang paling efektif untuk menambah keyakinan terhadap hari kebangkitan & hari perhitungan amal

Seperti pada ayat di atas (QS. Al Ankabut 29:20)

فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ
خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ
يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
Dia diciptakan dari air yang terpancar,
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada (QS Al Thariq 86:5-7)

أَوَلَمْ يَرَ الإنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ
قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?“
Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk (QS. Yasin 36:77-79)


وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. (QS Al-Rum 30-27)

4. Karena mencintai Alquran dan Sunnah. Setiap ilmu yang benar & bermanfaat dapat dikorelasikan dengan Alquran dan hadist. Seorang muslim secara syariat dituntut untuk mengkaji Alquran dan hadis, juga mengurai khazanah-khazanah yang terkandung di dalamnya serta mempraktekannya dalam kehidupan

5. Sekarang ini zaman Ilmu Eksakta, Ilmu Agama & Bahasa. Kita harus mampu menjawab secara ilmiah setiap serangan non muslim. Semoga ini menjadi pengantar untuk mengimankan mereka & menjadi penambah keimanan bagi kaum Muslimin

Alam Janin dalam Sejarah manusia

Lebih dari 1300 tahun setelah masa Rasulullah Saw banyak asumsi keliru tentang embriologi di kalangan orang awam dan para ilmuan:

Pertama, Teori Janin sebelum memiliki bentuk (preformation theory), berpendapat bahwa janin mengalami perkembangan bentuk di dalam rahim mulai dari kecil terus membesar hingga sempurna.

Kedua, Teori Janin memiliki bentuk tersendiri. Dalam teori ini, janin tumbuh dengan kemiripan salah satu dari kedua orang tuanya, bukan kedua-duanya.

Aliran I : Janin akan mirip ibunya, bukan bapaknya

Sub-1 : Pertumbuhan Janin berasal dari darah menstruasi
Sub- 2 : Janin itu merupakan bentuk yang terpisah dari rahim (William Harvey -1651)
Sub- 3 : Janin berkembang sesuai bentuknya dalam sel telur wanita, kemudian ia membesar dengan bantuan sperma pria (Nicholas M -1675)


Salah seorang pakar Embriologi dari Kanada bernama KETHMORE dalam sebuah Konferensi International tahun 1989 mengatakan “Deskripsi perkembangan janin di kuliah kedokteran sebaiknya mengacu pada istilah yang ada dalam Alquran, karena merupakan deskripsi yang paling valid dan lebih mengungkapkan perkembangan janin pada setiap tahapannya”

Awal Penciptaan - Embriologi dalam Alquran

Dari Ilmu tentang janin diketahui bahwa :
Pertama, Terciptanya makhluk pada mulanya adalah hasil dari bersatunya dua unsur yaitu pria & wanita secara bersamaan.

إِنَّا خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat (QS. Al-Insan 76:2)

Amsyaz bersinonim dengan akhlath  sperma yang bercampur

نُطْفَةٍ  tunggal, أَمْشَاجٍ  jamak

“Manusia diciptakan dari sperma pria dan sperma wanita” (HR Ahmad)

Kepala spermatozoa masuk ke dalam ovum wanita sehingga membesar dan berpindah. Komposisinya meliputi 23 kromosom (Y+22) atau (X+22).
Kromosom-kromosom ini meliputi sekitar 100 ribu genetika manusia yang dapat menentukan mayoritas sifat keturunan manusia. Jumlahnya mencapai sekitar 3 milyar huruf turunan!!!

Allah SWT telah menakdirkan sifat-sifat turunan untuk makhluqNya. Takdir Allah SWT terhadap janin ini telah ditetapkan seketika pada awal mula ia diciptakan. Sunggung mengagumkan bahwa Alquran telah menyingkap tirai kebenaran yang mencengangkan ini dalam Firman Allah:

مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ

Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya (QS. Abasa 80:19)


Kedua, tidak semua telur (ovum) atau sperma pria yang keluar menuju rahim wanita dapat mendorong terjadinya janin
Hanya satu spermatozoa saja yang berhasil menembus sekat-sekat penghalang yang mengitari sel telur, ia masuk ke dalam sitoplasma sel telur yang berjalan cepat dengan memisahkan enzim-enzim lainnya yang dapat menghalangi spermatozoa lainnya dalam menembus sel telur.

Ketiga, janin tidak ditemukan dalam bentuknya. Kemudian ia membesar & diciptakan secara bertahap


مَا لَكُمْ لا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا
وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا



Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?
Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian (QS Nuh 71:13-14)

يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلاثٍ

Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (QS Al-Zumar 39:6)



Ketiga prinsip (embriologi dalam alquran) di atas telah menghancurkan semua persepsi & asumsi asumsi keliru sejak masa Aristoteles hingga abad ke 18


LADANG
Pada akhir minggu pertama setelah pembuahan, sel-sel tersebut (sel telur yang telah dibuahi) sampai pada tempatnya yang sesuai, yaitu tertanam pada dinding rahim.

Menurut Embriologi dalam Alquran, manusia sama dengan bibit tanaman. Sebelum benih ditanam, ladang butuh untuk diratakan dan dibabat dibagian permukaannya, hal ini sama seperti proses siklus bulanan pada selaput lendir rahim. Dengan begitu, lapisan tersebut memiliki kondisi terbaik saat penanaman benih.

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ

Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki (QS Al-Baqarah 2:223)

SEGUMPAL DARAH
Pada minggu kedua, lapisan janin bagian dalam terbagi menjadi dua lapisan (bilaminar), pada saat yang sama bagian luar menempel pada dinding rahim dengan perantara tangkai penghubung.
Pada minggu ketiga, lapisan ketiga berada diantara dua lapisan. Maka tiga lapisan telah lengkap, semua anggota tubuh akan tumbuh.
Janin dalam bentuk lintah berenang dalam cairan yang banyak & menerima makanan dengan menempel pada dinding rahim. Hal ini juga sangat tepat dengan apa yang disebutkan dalam Ilmu Embriologi dalam Alquran;

خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (QS. Al-Alaq 96:2)

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (QS. Al-Mukminun 23:14)


SEGUMPAL DAGING

Mulai hari ke 24 pada minggu ke-4 hingga ke-6, salah satu bagian tulang belakang janin akan tampak tonjolan. Bentuk luar janin akan melengkung karena ada proses pertumbuhan dalam tubuh janin.
Pada tahapan ini, kondisi janin mirip dengan segumpal daging dengan panjang 1-2 cm, Hal ini juga sudah ditegaskan dalam Alquran 15 abad yang lalu (embriologi dalam Alquran)

فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً

lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging (QS. Al-Mukminun 23:14)


BENTUK YANG SEMPURNA DAN YANG TIDAK

Pada tahapan segumpal daging, kelengkapan anggota janin meliputi cikal bakal semua anggota tubuh telah sempurna (cikal bakal alat sirkulasi, pernafasan, pencernaan, dan alat pembuangan), tetapi detilnya akan sempurna pada tahapan kemudian.

Sebagian sel telah menemukan bentuk khususnya dan sebagian lagi masih belum berbentuk secara khusus (belum dapat diidentifikasi)

ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ

kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna (QS. Al-Hajj 22:5)

Bentuk janin dalam keadaan segumpal daging terjadi pada akhir minggu keenam (40-42 hari). Penciptaan tulang pada janin dimulai pada minggu ke tujuh. Selama dua minggu sebelumnya pembentukan tulang rawan mendominasi.

“Sesungguhnya penciptaan salah seorang kalian dikumpulkan dalam perut ibunya selama 40 hari” (HR Muslim)

فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا

dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang (QS. Al-Mukminun 23:14)


Tulang Dibungkus Daging

Penciptaan tulang belulang terjadi pada minggu ketujuh. Kemudian langsung diikuti oleh dibungkusnya tulang dengan daging pada minggu kedelapan. Kenyataan tentang perkembangan embriologi ini juga sudah ada dalam Alquran;


فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا

lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging (QS. Al-Mukminun 23:14)


Setiap daging dan tulang tersebut terbentuk mulai dari rangka-rangka yang terdapat pada dua sisi cikal bakal tulang belakang. Proses ini terjadi pada tahapan segumpal daging.
Kemudian sel-sel awal yang terdiri dari unsur-unsur pembentukan tulang menyebar. Hal ini diikuti oleh penyebaran sel-sel awal yang terdiri dari unsur-unsur pembentukan daging. Berikutnya, daging yang membungkus tulang belulang akan membentuk tulang.

Menjadi Manusia Baru

Berikut tahapan sampai menjadi manusia :

Awalnya jarak dua mata janin saling berjauhan pada dua sisi kepala. Letak kedua telinganya sampai ke bawah dan hidung berbentuk dua lubang yang saling berjauhan, mulutnyapun terbuka lebar.

Pada akhir minggu ketujuh dari usia kehamilan, kedua mata janin pada sisi kepala dengan letak lebih bawah dari tempat yang biasa

Pada akhir bulan ketiga panjang janin sekitar 7 cm terus bertambah hingga 50 cm pada akhir kehamilan.


Ciri yang menonjol pada perkembangan janin :

Masa pertumbuhan janin berjalan dengan cepat, baik tinggi maupun beratnya mulai dari segumpal daging.

Pada akhir minggu ketujuh sampai menjadi seorang bayi yang telah sempurna pertumbuhannya, panjang janin sekitar 2-3 cm berat sekitar 5 gram menjadi panjang 50 cm dengan berat sekitar 3 kg.

Ia tumbuh cepat sekali & pada usia berikutnya pertumbuhan ini tidak akan terulang. Mengenai hal ini juga ternyata telah ditegaskan dalam Alquran 15 abad yang lalu.

ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik (QS. Al-Mukminun 23:14)

Nasy-ah : pertumbuhan (tumbuh dengan terus bertambah)
Setiap organ yang tadinya belum sempurna menjadi seimbang, ukuran kepala, ukuran & lokasi mata, telinga, hidung, mulut.
Begitu juga dengan organ tubuh janin bagian dalam, pembentukan testis, indung telur dan organ lainnya. Proses ini dikenal dalam embriologi perpindahan organ tubuh.

Teori Embriologi dalam Alquran tidak hanya mengungkapkan pertumbuhan dan proses penyempurnaan sebagai salah satu tahapan dalam perkembangan janin, tetapi menempatkan proses itu dengan urutan masa yang benar sebagai tahapan terakhir dalam penciptaan janin sebelum lahir.

يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ
الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang (QS. Al-Infithar 82:6-7)

Keluar dengan mudah

Awalnya leher rahim dalam keadaan tertutup, karena kalau terbuka maka akan keguguran.

Namun saat pertama kali proses persalinan, pemisahan hormon mengakibatkan reaksi terhadap tempat keluar janin ini, leher rahim mulai mengendur, elastis, dan lentur. Pada saat yang sama organ rahim mulai mengerut secara berturut-turut untuk mendorong janin keluar.

Janin sendiri tidak keluar sesuai dengan bentuknya. Disekitarnya terdapat sebuah kantung yang penuh dengan air (ketuban), tujuannya agar air itu mendorong janin keluar, membasuh tempat keluarnya janin & mencegah bayi dari penyakit.

Saat keluar janin akan bergerak dengan gerakan setengah lingkaran secara elastis. Dengan gerakan ringan tetapi pasti secara berulang kali secara sempurna janin dapat keluar dari rahim.

Kejadian-kejadian ini juga ditegaskan dalam Alquran ketika berbicara tentang embriologi (embriologi dalam Alquran)

ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ O مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ
Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya (QS. Abasa 80:19-20)

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ فَتَعْرِفُونَهَا وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan“ (QS. Al-Naml 27:93)


Selengkapnya mengenai artikel Embriologi dalam Alquran ini ada di Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid II tentang Kemukjizatan Penciptaan Manusia.


Lebih lanjut lihat :

No comments:

Post a Comment

Next Prev home