Mukjizat Alquran tentang Penciptaan Bumi dalam dua hari


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا شَفِيعٍ أَفَلا تَتَذَكَّرُونَ

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
(QS. Al-Sajdah 32:4)

قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الأرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ
ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلأرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam".
Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
(QS. Fushshilat 41:9-12)

Kitab-kitab samawi terdahulu (sebelum Alquran) menyepakati bahwa Allah Swt telah menciptakan langit, bumi dan segala isinya dalam waktu enam hari. Setelah itu Alquran memperkuat kenyataan ini dalam beberapa ayatnya.

Para mufasir berbagai madzhab berbeda pendapat tentang penafsiran ayat yang luar biasa mengagumkan ini.

Bab ini akan membahasnya berdasarkan ayat lain yang membicarakan penciptaan alam dan juga berdasarkan teori-teori ilmiah modern.

Menurut teori ilmiah, alam ini tercipta sebagai hasil dari ledakan alam yang dahsyat (para ilmuan menamakannya ‘Big Bang’) yang mengeluarkan seluruh materi alam. Pada Zero Hour, alam ini dahulu berbentuk titik materi yang sangat kecil, sangat panas dan padat, namun mereka tidak mengetahui secara pasti isi dari materi dasar yang menjadi awal munculnya alam ini, dan tidak mengetahui dari mana materi berasal serta mengapa waktu tersebut ditentukan agar materi meledak. Mereka juga tidak mengetahui apapun tentang keadaan alam sebelum mengalami ledakan.

Hal ini sudah ditegaskan dalam Alquran pada QS. Al-Kahf 18:51 :
مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلا خَلْقَ أَنْفُسِهِمْ وَمَا كُنْتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّينَ عَضُدًا

Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.

Para ilmuan memperkirakan materi alam ketika pertama kali mengalami ledakan adalah berupa materi yang memiliki satu sifat yang tersusun dari satu energi alami. Setelah mengalami ledakan kemudian mengembang dan bergerak sangat cepat yang akhirnya memenuhi seluruh angkasa yang sebagian ilmuan berpendapat ruang dan waktu muncul seiring terjadinya ledakan tersebut.

Ketika pada temperatur 3000°C mulailah terjadi bentuk sederhana seperti quarks, lepton dan photon. Diperkirakan berlangsung selama 100.000 tahun.

Seiring berkurangnya temperatur pada alam, maka mulailah terbentuk atom dasar berupa proton, neutron dan elektron yang terbentuk dari berbagai macam quarks dan lepton sebagai hasil dari pengaruh energi alami yang berbeda-beda.

Di antara pernyataan para ilmuan yang menghebohkan adalah bahwa jumlah dan jenis quarks yang muncul dari ledakan besar ini menghasilkan jumlah proton dan elektron yang sama (seimbang) dan neutron yang cukup untuk membentuk alam semesta ini.

Kemudian dari tiga materi ini terdapat empat energi untuk mengatur aktifitas masing-masing lalu mengatur seluruh unsur pembentuk alam ini, yaitu energi nuklir kuat, energi nuklir lemah, energi elektromagnetis dan energi gravitasi.

Semua sudah terukur dengan rinci, jika jumlah proton melebihi jumlah elektron maka seluruh benda di langit akan memiliki muatan listrik, energi elektromagnetik menjadi lebih besar dan rotasi bintang tidak akan terjadi, atom-atom alam akan berterbangan ke berbagai arah sebab tidak ada kecocokan diantara unsur pembentuknya. Subhanallah ….
وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (QS. Al-Anbiya 21: 32-33)

Alquran menyebutkan bahwa alam ini pada mulanya adalah materi dari bentuk asap, hal ini tertuang pada firman Allah Swt :

ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلأرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". (QS. Fushshilat 41:11)

Para ilmuwan telah menyatakan bahwa awan adalah wujud materi pertama yang disebut debu kosmis (cosmic dust) sebagai hasil dari ledakan alam yang besar. Kebenaran ilmiah ini tidak pernah disebutkan oleh berbagai kitab suci sebelum Alquran.

Dari sini hendaknya kita bertanya kepada orang-orang yang tidak beriman kepada Alquran, mungkinkah berita ini muncul 14 abad yang lalu kalau bukan dari Allah SWT.?

Alquran telah menerangkan dengan jelas dalam tiga ayatnya tentang hakikat ledakan alam yang besar, hakikat perluasan alam, dan hakikat lemahnya alam ini. Alquran juga menerangkan bahwa semua lapisan langit serta benda-benda angkasa yang terhampar di sana dahulu berupa satu gumpalan. Kemudian materi alam yang berupa gumpalan yang memenuhi alam dalam bentuk asap tersebut bercerai berai. Hal ini membuktikan kemukjizatan Alquran :

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. Al-Anbiya 21:30)

Di antara hal yang menguatkan bahwa materi alam ini berasal dari ledakan alam yang besar adalah petunjuk dalam Alquran bahwa alam ini selalu mengalami perluasan terus menerus.
Belum ada sama sekali kitab samawi terdahulu yang menyebutkan tentang perluasan alam ini.

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (QS. Al-Dzariyat 51:47)

Ayat lain yang menguatkan hipotesa ini adalah :

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya.(QS. Al-Anbiya 21:104)

Sebagian ilmuan berpendapat bahwa akan datang suatu masa yang ketika itu energi gravitasi dan unsur-unsur pembentuknya akan mendominasi energi pendorong. Saat itulah alam ini akan kembali seperti awal dan runtuh dengan sendirinya. ….Allahuakbar …semoga iman kita bertambah dengan jalan ilmu/informasi ini.

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالأرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Al-Zumar 39:67)

Di antara hal yang mencengangkan para ilmuan adalah pendistribusian yang teratur pada seluruh galaksi dalam segala penjuru alam yang berbeda, yang hanya terjadi ketika seluruh kompleksitas materi alam ini terdapat dalam satu waktu dan satu kepadatan dalam setiap tempat di alam ini.

Para ilmuan memperkirakan dengan kasat mata (dapat dilihat oleh mata manusia dengan menggunakan teleskop) jumlah galaksi yang ada di tata surya mencapai lebih dari 1.000 Milyar.

تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.(QS. Al-Furqan 25:61)

Semua galaksi, planet dan bintang yang kita lihat terdapat dalam ruang kosong yang berotasi mengelilingi langit yang dekat (dengan bumi). Benda-benda angkasa yang terdapat pada langit yang dekat (dengan bumi) atau langit pertama itulah yang disebut oleh ilmuan dengan alam kasat mata. Barangkali apa yang dilihat oleh mereka melalui observatorium hanyalah sebagian kecil dari langit dunia ini, Maha Benar Allah yang berfirman:

فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.(QS. Fushshilat 41:12)

Alquran telah mendeskripsikan langit tujuh tersebut secara detil, hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh para ilmuan dalam teori alam yang mengembang. Teori itu mengatakan bahwa batas antara alam yang berbeda-beda terbentuk dari beberapa kutub magnet, setiap kutub berasal dari bentuk terberat yang keberadaannya dikatakan oleh para ilmuan, namun sampai sekarang mereka belum menemukan apapun dalam benda-benda alam kasat mata tersebut. Maha Benar Allah :

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh (QS. Al-Naba’ 78:12)

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَاO أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا

Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya,O Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,(QS. Al-Naziat 79:27-28)

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.(QS. Al-Mukmin 40:57)

Bumi sendiri pada saat pertama kali diciptakan merupakan bola berpijar yang berasal dari berbagai unsur-unsur berbeda, kemudian perlahan-lahan mendingin hingga menjadi beku dan membentuk kulit yang keras walaupun relatif sangat tipis jika dibandingkan dengan bagian dalamnya, jika Allah tidak mengokohkannya dengan gunung-gunung yang tertancap pada kulit bumi niscaya bumi akan selalu terguncang, Maha Benar Allah dengan FirmanNya:

وَأَلْقَى فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ

dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu (QS. Luqman 31:10)

Berdasarkan penjelasan berbagai fakta ilmiah, kita dapat mamahami bahwa dua hari waktu penciptaan bumi dalam firman Allah:

قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الأرْضَ فِي يَوْمَيْنِ

Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa
(QS. Fushshilat 41:9-12)

Adalah tenggat waktu terciptanya bumi sejak bentuk asap hingga berotasi pada porosnya secara tetap mengitari matahari dengan bentuk bola yang halus, yang memiliki permukaan menyerupai cairan.

Allah menyebutkan bahwa kejadian pertama dalam empat hari berikutnya dari enam hari waktu penciptaan adalah terbentuknya gunung-gunung di atas permukaan bumi, sebagaimana Firman Allah:

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
(QS. Fushshilat 41:9-12)

Allah Swt memenuhi semua kebutuhan untuk berlangsungnya kehidupan, seandainya ada sedikit saja kekurangan dalam persyaratan kebutuhan tersebut maka akan dapat menghabiskan semua kehidupan.

Lalu berapa lamanya hari yang disebutkan dalam Alquran? Hingga kini para ilmuan belum bisa memberikan angka yang tepat untuk usia alam yang menurut perkiraan mereka adalah sejak terjadinya ledakan hingga sekarang usia alam telah mencapai 8 – 15 milyar tahun!!!

Hari hari yang disebutkan dalam Alquran (perhitungan Allah Swt) tidak lah sama dengan hari-hari menurut perhitungan manusia, Dia menentukan sekehendakNya.

Terkadang Allah mengumpamakannya dengan 1000 tahun,

وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.(QS. Al-Hajj 22:47)

Atau dengan 50.000 tahun,

تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.(QS. Al-Ma’arij 70:4)

Atau terkadang seperti jutaan atau milyaran tahun seperti ketika Allah menciptakan bumi ini, namun yang perlu diingat adalah …. Alquran adalah yang pertama kali membicarakan tentang kerelatifan waktu dan tempat.

Ketika Allah Swt. Bertanya kepada manusia pada Hari Kiamat tentang berapa lama mereka tinggal di bumi? …. Jawabannya adalah hanya sehari atau setengah hari saja:

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الأرْضِ عَدَدَ سِنِينَ
قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ
قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلا قَلِيلا لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”,
Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.“,
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.“ (QS. Al-Mukminun 23: 112-114)

Setelah mengetahui hal ini semua….akan sangat wajar jika kita yakin bahwa waktu enam hari dalam penciptaan alam ini belum berakhir ……. subhanALLAH.


Lebih lanjut mengenai penjelasan Buku Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis (maqdis), spek buku, contoh-contoh artikel (daftar isi), testimoni tentang buku, manfaat buku, contoh halaman & cover dan cara pemesanan silakan diklik.



No comments:

Post a Comment

Next Prev home